bismillah...


Anda ingin membuat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik disini
2 komentar

Cemburu Itu Penting


Saya berani bertaruh, setiap manusia yang ada di dunia ini pasti pernah dan akan terus mengalami perubahan. Sudah menjadi hukum alam perubahan perubahan itu harus terjadi. jika kita mau duduk sejenak dan membayangkan perubahan apa saja yang telah kita alami hingga hari ini, Aku yang dulunya masih merangkak, sekarang sudah mampu berjalan bahkan berlari. Aku yang dulu masih sering menangis, sekarang aku harus berusaha untuk menjadi orang yang tegar dan tidak cengeng. Dulu aku yang hanya bisa berkata “mama”, “ayah” sekarang mampu berbicara dengan lancer dan lantang, dan masih banyak lagi perubahan yang terjadi dalam hidupku yang mungkin jika saya cerita tidak akan pernah habis blog ini kalian baca.

Namun perubahan diatas yang saya sebutkan, pastinya akan dialami oleh setiap manusia. Belum lagi pengalaman hidup yang bisa membawa anda dan mengubah pola pikir anda. Sesungguhnya betapa banyak perubahan yang terjadi sadar atau tidak sadarnya kita. Makanya jangan pernah menuntut seseorang untuk tidak akan berubah. Itu salah total. Karena setiap manusia itu, sadar atau tidak sadar akan berubah.

Entahkah perubahannya itu menjadi lebih baik atau lebih buruk. Namun yang akan saya bahas disini adalah perubahan yang akan mengarah ke hal yang lebih baik. Kenapa?? Karena beginilah hidup seorang manusia, penuh dengan tuntutan. Bahkan Tuhan pun menuntut kita selalu berubah tetapi perubahan ke arah yang lebih baik seperti yang tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 148 yang berbunyi:
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"

Penggalan ayat diatas, secara tersirat (menurut saya) menganjurkan kita manusia harus berusaha dan berupaya selalu melakukan yang terbaik. Dimana makna kata lomba tersebut mengandung kompetisi. Suatu kompetisi bukan berarti harus ada menang dan kalah. Itu bukanlah hakikat dari kompetisi. Hakikatnya adalah ketika kita mampu membawa energi positif kepada setiap manusia untuk melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik. Seseorang yang mengikuti kompetisi berarti telah berhasil melakukan perubahan dan telah menjadi pemenang dalam dirinya.

Hakikat manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial dan individu. Jika dipandang sebagai individu, manusia itu memang memiliki sifat ego. Namun, Tuhan menganugrahi kita perasaan dan emosi. Itulah yang merupakan saah satu nilai plus kita dari Tuhan, namun jika perasaan/emosi tersebut dibawa ke arah negatif akan membawa kita ke malapetaka. Manusia harus pandai-pandai menggunakan perasaan/emosinya. Untuk itulah manusia diberi akan untuk bernalar. Salah satu perasaan yang dibekali manusia adalah cemburu. Menurut saya cemburu merupakan sebuah perasaan turunan dari rasa ego. Cemburu adalah ekspresi dari keegoisan manusia dan saya yakin, SEMUA MANUSIA PASTI MEMILIKI RASA CEMBURU.


“Apakah anda pernah merasa cemburu? Atau pernah dicemburui?”
Tenang saja itu merupakan hal yang wajar. Apalagi kalau anda pernah dicemburui. Berbahagialah anda yang pernah dicemburui oleh orang lain, artinya anda itu spesial di mata mereka J

Perasaan/ emosi itu dapat dikontrol oleh manusia begitu pun dengan cemburu. Cemburu itu wajar, asal jangan dibuat berlebihan hingga hawa nafsu menguasai emosi dan syaitan merasuki kita. Ini yang harus dihindari. Cemburu itu jika diarahkan ke arah positif akan membawa semangat kompetisi, namun jika diarahkan ke arah negatif akan memberi penyakit hati. Karena cemburu itu penyebab penyakit iri bahkan putus dengan kekasih (hahahaha). Cemburu yang akan saya bahas adalah cemburu yang di arahkan ke arah positif.

Cemburu yang diarahkan ke arah positif akan mengahasilkan semangat berkompetisi. Tapi kompetisinya juga harus sehat loh. Kalau mungkin saya tidak cemburu dengan teman-teman saya yang lebih produktif menulis di blog, mungkin tidak akan ada tulisan di blog saya apalagi yang membahas ini (hehehe). Kalau mungkin saya tidak cemburu dengan kakak saya yang bisa otak-atik komputer, saya pun mungkin akan masih gaptek. Jika teman atau senior saya memiliki banyak pengalaman berharga yang membuat mereka besar, saya pun cemburu dan harus bisa seperti mereka. Jika saya cemburu dengan teman saya yang nilai/IP nya tinggi, saya pun berusaha untuk bisa mendapat nilai yang baik, belajar keras agar aku bisa dan melebihi mereka. Saya cemburu ketika teman, senior, keluarga mereka bisa hidup sukses dan bahaga, untuk itu saya harus bisa seperti meraka, menjadi sukses dan bahagia. Anda pasti pernah mendengar kata-kata ini "klo dia bisa, kenapa saya tidak?". Kata itu menurut saya timbul karena adanya rasa ini. Cemburu itu memang membuat kita ambisius. Tetapi ambisius yang dimaksud disini adalah ambisius untuk membuat perubahan yang lebih baik dalam menata hidup.

Betul juga kata pepatah “Semakin tinggi pohonnya, akan semakin kuat angin yang menerjang”. Jika anda adalah orang yang besar, jangan heran ketika banyak yang cemburu kepada anda. Artinya anda itu spesial dan sangat inspiratif buat mereka. Dan saya bersukur masih bisa cemburu, karena cemburu itu membawa saya untuk tetap optimis dalam hidup.
*CEMBURULAH KARENA CEMBURU ITU PENTING..
*=dalam artian positif. Jangan disalah artikan yaah J



3 komentar

PUISI: Merona dalam Ironi dan Juni dalam Kebangkitan

Akhirnya, aku bisa menulis juga. walau cuma menulis puisi. Tulisan ini saya buat di tengah kesibukan saya dalam waktu 10 menit. Tiba-tiba terpancing nulis blog lagi gara teman2 di blog nalar pada aktif semua. hebaaat dan saya pun gak mau ketinggalan (hehehe).. maafkan kalau jelek. Maklum pemula yang baru memulai lagi. Tulisan pertama ini saya dedikasikan untuk Angelina Sondakh dan para pelakon korupsi lainnya khususnya para anggota dewan yang terhormat. Tulisan kedua Juni dalam Kebangkitan. sebuah tulisan awal juni sebagai stimulus menulis dan saya dedikasikan untuk hari besar 1 Juni Awal kebangkitan, hari lahir pancasila.

Merona dalam Ironi

Entah apa itu puja
Enta apa itu hujat
Bertahta dalam keeksisan
Dibalik topeng dusta
Bagaikan sebuah sinetron
“yaah ini memang benar sandiwara”
Dan kaulah aktrisnya
Protagonis yang sebenarnya antagonis..


Hahahahahahaha
Hanya bisa tertawa dalam kesedihan
Yaah inilah karakterku
Uang dan tahta milikku, yang kuambil darimu
Dan senayan adalah istanaku
Walau penjara menantiku
hahahahahahahaha


Juni dalam Kebangkitan

Bersama Juni cerita dimulai
Ini bukan hanya romantika
Bukan pula hanya legenda
Bukan Cuma sekedar cerita
Dan bukan juga hanya cerita perjuangan

Ini mengenai kebangkitan
Ketika cerita dimulai
Melahirkan legenda
Dalam sebuah romantika manisnya perjuangan
Dan disitulah cerita mulai bermula
Ketika kapal sudah dipilih
Dan nahkoda bersama awaknya siap berlayar

Mari membangun Indonesia
Bukan hanya sekedar 5 asas dalam kegagahan sebuah burung
Menilik makna keberagaman dalam keseragaman
Binnheka Tunggal Ika
Dan Garuda Pancasila yang siap melanglang untuk terbang tinggi
Dan kita pun siap berlayar dalam sebuah ideologi kebanggaan kita
PANCASILA




 
;